Senin, 02 April 2012

TUGAS KOMPETENSI 1 MATA KULIAH PENDIDIKAN EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN (Kompetensi 1)


TUGAS KOMPETENSI 1 MATA KULIAH
    PENDIDIKAN EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN
(Kompetensi 1)





Oleh

ERINE NURMAULIDYA
NPM: 1123031014










Dosen : Dr. R. Gunawan S, S.E, M.M
MK : Pendidikan Ekonomi dan kewirausahaan ; MPS 524
Megister Pendidikan IPS










FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPNG
2012





KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur kepada Allah SWT, hanya kepadanya kita memohon ampunan dan perlindungan dan tak lupa syukur atas segala nikmat yang di berikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Pendidikan Ekonomi dan kewirausahaan ; MPS 524 (Kompetensi 1).

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi dan kewirausahaan, Penelitian Program Pascasarjana ( S2 ) semester ke-2 angkatan 2011. Penulis berharap tugas ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan tentang ilmu Pendidikan Ekonomi bagi penulis juga pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca sehingga  bisa diperbaiki dikemudian hari.


 







Bandar Lampung, 02 April 2012
Erine Nurmaulidya






KOMPETENSI 1 UNTUK MATA KULIAH PENDIDIKAN EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN

Sesuai dengan kontrak perkuliahan yang disepakati bersama (dosen pengampu dan mahasiswa peserta kuliah), maka telah saatnya untuk melaksanakan tugas kompetensi 1.  Pada kompetensi 1 kepada para mahasiswa peserta kuliah diminta untuk membahas satu topik (judul) karya ilmiah yang telah dipilihkan/tetapkan oleh dosen pengampu.  Beberapa topik (judul) karya ilmiah tersebut sebanyak 22 judul yang dapat ditunjukkan pada blog Tugas’ dan terpilih no. 20 setelah melalui proses pengundian di Kelas A & B kemudian hasil yang di dapati saya Erine Nurmaulidya = 20. Tutorial Teaching in Economics.
Tugas Kompetensi 1 yang harus dikerjakan oleh mahasiswa dapat dijelaskan sbb.
1.      Setiap mahasiswa membahas satu judul karya ilmiah tersebut di atas secara individu.
2.      Apabila jumlah mahasiswa ada 26 orang maka hanya ada 4 judul yang yang sama, akan tetapi tetap dikerjakan secara individu, bukan kelompok.
3.      Batas waktu pengumpulan tugas yaitu hari Jumat, tanggal 6 April 2012 pukul 24.00.  Pengumpulan tugas yang melewati batas waktu tersebut dianggap tidak mengumpulkan.
4.      Tugas diserahkan/dikumpulkan dalam bentuk shoftcopy dan tidak perlu menyerahkan dalam bentuk hardcopy.
5.      Pengiriman tugas ditujukan ke alamat e-mail berikut ini;rgunawan_sudarmanto@yahoo.com atau dapat secara langsung menggunakan blog ini untuk menjamin kepastian terkirimnya tugas tersebut.  Pengiriman di luar alamat tersebut tidak akan terdeteksi sehingga dianggap tidak mengirimkan.
6.      Penyelesaian kompetensi yang menggunakan alamat blog dengan cara sebagaimana tugas ini diberikan lebih terjamin keamanannya dan dapat dialog langsung dengan dosen sehingga secara langsung akan direspon tentang sampai tidaknya pengiriman tersebut.
7.      Pengiriman tugas tidak dapat dititipkan atau menggunakan alamat email orang lain atau temannya.  Pengiriman harus menggunakan alamat email yang bersangkutan
8.      Pembagian judul/topik karya ilmiah tersebut dapat diatur oleh kelas masing-masing (kelas A dan B) dapat diundi atau dapat juga diurutkan sesuai dengan daftar hadir.





TUTORIAL PEMBELAJARAN DALAM BIDANG EKONOMI
(Tutorial Teaching in Economics)


A.    Latar Belakang

Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa. Disamping metoda yang lain, dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar, metoda ini banyak sekali digunakan, khususnya pada saat siswa sudah terlibat dalam kerja kelompok atau kerja team. Peran guru sebagi fasilitator, moderator, motivator dan pembimbing sangat dibutuhkan oleh siswa untuk mendampingi mereka membahas dan menyelesaikan tugas-tugasnya Penyelenggaraan metoda tutorial dapat dilakukan seperti contoh berikut ini:
1.      Misalkan sebuah kelas dalam Materi Kewirausahaan, jam pelajaran pertama digunakan dalam bentuk kegiatan klasikal untuk menjelaskan secara umum tentang teori dan prinsip.
2.      Kemudian para siswa dibagi menjadi empat kelompok untuk membahas pokok bahasan yang berbeda, selanjutnya dilakukan rotasi antar kelompok.
3.      Sementara para siswa mempelajari maupun mengerjakan tugas-tugas, guru berkeliling diantara para siswa, mendengar, menjelaskan teori, dan membimbing mereka untuk memecahkan problemanya.
4.      Dengan bantuan guru, para siswa memperoleh kebiasaan tentang bagaimana mencari informasi yang diperlukan, belajar sendiri dan berfikir sendiri.

Bagaimana mereka berhubungan dengan bentuk-bentuk belajar mengajar ekonomi? Apakah berguna - atau lebih tepatnya apakah manfaat nya menggunakan metode tutorial? bertanya-tanya apa semua tentang tutorial dan perdebatan lebih luas tentang materi yang di bahas. Untuk mengantisipasinya, pandangan penulis adalah bahwa pada tutorial terbaik mereka adalah bentuk kontemporer sepenuhnya belajar mengajar yang menawarkan manfaat tetapi mendapatkan hasil maksimal, yang dibutuhkan oleh siswa, tutor dan sistem pengajaran secara keseluruhan. Untuk mengatur konteks mungkin akan membantu untuk membuat sketsa apa proses belajar dan berpikir tentang ekonomi secara keseluruhan terlihat seperti. Titik awal untuk bekerja pada topik pembicaraan merupakan penelitian yang sangat disederhanakan teoritis 'model' (representasi) dari ekonomi atau bagian darinya, yang secara luas apa yang dicakup dalam materi. Setelah ini, dalam pekerjaan diarahkan tahap akhir, adalah:
1.      studi lebih kompleks (dan realistis) model teori;
2.      aplikasi empiris dari model-model, dalam arti kedua menggunakan model untuk menginterpretasikan data dunia nyata dan, secara terbalik , melihat apa data dapat memberitahu siswa tentang validitas mungkin dari model;
3.      kajian isu kebijakan; dan
4.      semua hal di atas di bidang spesialis yang berbeda ditutupi oleh kertas pilihan. Idealnya pada akhir proses pengujung memiliki pemahaman yang baik dari teori ekonomi umum, rasa bagaimana menggunakannya untuk menilai dan menjelaskan bukti empiris, dan pengetahuan tentang beberapa daerah spesialis; ditambah kemampuan untuk 'berpikir seperti ekonom' dan merasakan mana perbatasan penelitian dalam setidaknya beberapa bagian subjek.

Itulah garis besar proses intelektual, yang dapat diringkas sebagai "memilah dasar-dasar dan kemudian bergerak di luar mereka", tapi ada juga dimensi penting dari bagaimana menarik dan menyenangkan dalam metode tutorial ini. Singkatnya 'dasar' bisa sangat menarik dalam diri mereka sendiri tetapi tujuan utamanya dan kegembiraan yang ada di luar. Oleh karena itu bagian dari tantangannya adalah menyelesaikan dasar-dasar secepat mungkin, Bagaimana siswa dimaksudkan untuk mempelajari semua pengajaran sebagian besar bahan inti yang diperlukan tercakup dalam ini? belajar dengan bimbingan (dan kelas kelompok kecil) berjalan secara paralel. Kesempatan belajar jelas menyertakan tetapi juga yang terpenting, membaca pelajar sendiri dan refleksi, baik dalam jangka waktu dan sejauh mungkin dalam liburan juga ketika tidak adanya tenggat waktu segera membuat lebih mudah untuk berpikir tentang gambaran yang lebih luas. Kerja, baik untuk uang atau pengalaman, dan perjalanan dan lain hal adalah nyata (dan wajar) kendala membaca liburan tapi bahagia adalah guru yang menerima email selama liburan berkata, "Saya sedang membaca x dan bingung dengan y, bisa Anda mengarahkan saya ke arah yang benar ". Jadi apa yang terjadi pada tutorial? Mulai dari perspektif intelektual semata-mata, mencoba untuk menjawab dengan menghadirkan pada gilirannya ringkasan tutorial 'buruk' dan 'baik'????






Sabtu, 31 Desember 2011

apa itu sosiologi?





difinisi sosiologi dari beberapa ahli

Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

Soerjono Sukamto
Sosiologi
adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial
lain.

Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

Paul B. Horton
Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

Allan Jhonson
Sosiologi adalah ilmu
yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

William Kornblum
Sosiologi adalah
suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

dapat disimpulkan bahwa :
Sosiologi
 adalah
ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum

Kamis, 22 Desember 2011

makalah Regresi Linear Ganda





MAKALAH PERSENTASI 
UJI PERSYARATAN REGRESI LINEAR GANDA
(Linearitas, Multikolinearitas, Heteroskedastisitas, Autukorelasi)






Oleh
ERINE NURMAULIDYA
NPM: 1123031014








Dosen : Dr. R. Gunawan S, S.E, M.M
MK : STATISTIK APLIKASI PENELITIAN; MPS- 512
Megister Pendidikan IPS








Logo Unila.jpg


FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPNG
2011


KATA PENGANTAR


Segala puji dan syukur kepada Allah SWT, hanya kepadanya kita memohon ampunan dan perlindungan dan tak lupa syukur atas segala nikmat yang di berikan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah Persentasi Statistik Aplikasi Penelitian makalah yang berjudul Uji Persyaratan Regrasi Linear Ganda (Linearitas, Multikolinearitas, Heteroskedastisitas, Autukorelasi) ini.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistik Aplikasi Penelitian Program Pascasarjana ( S2 ) MPS-512 semester 1 angkatan 2011. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan tentang ilmu statistik bagi penulis juga pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca sehingga  bisa diperbaiki dikemudian hari.




Bandar Lampung, 18 September 2011
Erine Nurmaulidya









  


BAB1
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Permasalahan
Seperti yang diketahui banyak kejadian atau peristiwa di alam maupun masyarakat yang menunjukkan bahwa tidak hanya dipengaruhi satu variabel saja tetapi oleh beberapa variable lain (multivariat) yang mempengaruhi secara bersamaan. Salah satu cara untuk melakukan analisis data multivariat dapat digunakan analisis regresi ganda (multiple regression analysis). Metode ini dapat diperluas penggunaannya dalam berbagai bidang penelitian, baik yang eksperimen manpun yang bukan bersifat eksperimen dalam ilmu social dan lain sebagainya. Dalam uji analisis regresi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar estimasi yang diperoleh adalah benar dan efektif. Salah satu asumsi yang penting dan harus terpenuhi. Dari Latar belakang di atas tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui uji persyaratan regresi linear ganda (Linearitas, Multikolinearitas, Heterosdastisitas, Autokorelasi) agar estimasi yang di peroleh adalah benar dan efektif.



B.  Rumusan Masalah
      Apakah  Regresi Linear ganda itu?





C. Tujuan Penulisan
Mengetahui Uji Persyaratan Regresi Linier ganda  meliputi:
         1.Uji Linearitas
         2.Uji Multikolinearitas
         3.Uji Heteroskedastisitas
         4. Uji Autokorelasi
















          



BAB II
PEMBAHASAN



A.    Pengertian Regresi Linear ganda


Untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung dan memprediksi variabel tergantung dengan menggunakan variabel bebas. Gujarati (2006) mendefinisikan analisis regresi sebagai kajian terhadap hubungan satu variabel yang disebut sebagai variabel yang diterangkan (the explained variabel) dengan satu atau dua variabel yang menerangkan (the explanatory). Variabel pertama disebut juga sebagai variabel tergantung dan variabel kedua disebut juga sebagai variabel bebas. Jika variabel bebas lebih dari satu, maka analisis regresi disebut regresi linear berganda. Disebut berganda karena pengaruh beberapa variabel bebas akan dikenakan kepada variabel tergantung.

Regresi linear adalah alat statistik yang dipergunakan untuk mengetahui pengaruh antara satu atau beberapa variabel terhadap satu buah variabel. Variabel yang mempengaruhi sering disebut variabel bebas, variabel independen atau variabel penjelas. Variabel yang dipengaruhi sering disebut dengan variabel terikat atau variabel dependen. Regresi linear hanya dapat digunakan pada skala interval dan ratio

Secara umum regresi linear terdiri dari dua, yaitu regresi linear sederhana yaitu dengan satu buah variabel bebas dan satu buah variabel terikat; dan regresi linear berganda dengan beberapa variabel bebas dan satu buah variabel terikat. Analisis regresi linear merupakan metode statistik yang paling jamak dipergunakan dalam penelitian-penelitian sosial. Program komputer yang paling banyak digunakan adalah SPSS (Statistical Package For Service Solutions).

Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda sebenarnya sama dengan analisis regresi linear sederhana, hanya variabel bebasnya lebih dari satu buah. Persamaan umumnya adalah:
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + .... + bn Xn.
Dengan Y adalah variabel bebas, dan X adalah variabel-variabel bebas, a adalah konstanta (intersept) dan b adalah koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas.

Interpretasi terhadap persamaan juga relatif sama, sebagai ilustrasi, pengaruh antara motivasi (X1), kompensasi (X2) dan kepemimpinan (X3) terhadap kepuasan kerja (Y) menghasilkan persamaan sebagai berikut:

Y = 0,235 + 0,21 X1 + 0,32 X2 + 0,12 X3

1.Jika variabel motivasi meningkat dengan asumsi variabel kompensasi dan kepemimpinan tetap, maka kepuasan kerja juga akan meningkat
2.Jika variabel kompensasi meningkat, dengan asumsi variabel motivasi dan kepemimpinan tetap, maka kepuasan kerja juga akan meningkat.
3.Jika variabel kepemimpinan meningkat, dengan asumsi variabel motivasi dan kompensasi tetap, maka kepuasan kerja juga akan meningkat.

Interpretasi terhadap konstanta (0,235) juga harus dilakukan secara hati-hati. Jika pengukuran variabel dengan menggunakan skala Likert antara 1 sampai dengan 5 maka tidak boleh diinterpretasikan bahwa jika variabel motivasi, kompensasi dan kepemimpinan bernilai nol, sebagai ketiga variabel tersebut tidak mungkin bernilai nol karena Skala Likert terendah yang digunakan adalah 1.

Analisis regresi linear berganda memerlukan pengujian secara serempak dengan menggunakan F hitung. Signifikansi ditentukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel atau melihat signifikansi pada output SPSS. Dalam beberapa kasus dapat terjadi bahwa secara simultan (serempak) beberapa variabel mempunyai pengaruh yang signifikan, tetapi secara parsial tidak. Sebagai ilustrasi: seorang penjahat takut terhadap polisi yang membawa pistol (diasumsikan polisis dan pistol secara serempak membuat takut penjahat). Akan tetapi secara parsial, pistol tidak membuat takut seorang penjahat. Contoh lain: air panas, kopi dan gula menimbulkan kenikmatan, tetapi secara parsial, kopi saja belum tentu menimbulkan kenikmatan

2.1  Analisis Regresi Linier Ganda
Analisis regresi linier ganda terdiri dari satu variabel dependen dan beberapa variabel independen. Analisis regresi linier ganda dinyatakan dengan hubungan persamaan regresi:
Flowchart: Process:








(Sudjana 2005: 349).
Keterangan :
X1, X2, ..., Xk        : Variabel independen
Y                           : Variabel dependen
                         : Konstanta
           : Koefisien regresi

Pada analisis regresi linier ganda ada lima uji pokok, yaitu:
1. Uji Kelinieran
Untuk menguji apakah variable Y merupakan fungsi linier dari gabungan variabel-variabel X.
·      Uji kelinieran ini menggunakan ANOVA
·      Hipotesis:H0: Persamaan regresi tidak linier
                     H1: Persamaan regresi linier
·      Dengan menggunakan SPSS, jika nilai sig lebih dari α (5%) maka H0 diterima

Hipotesis:
H0 : Persamaan regresi tidak linier
H1 : Persamaan regresi linier

Berdasarkan pengolahan data dengan SPSS, jika nilai sig pada output ANOVA lebih dari α (5%) maka H0 diterima (Trihendradi 2006: 157). Uji Linieritas
Uji linieritas dilakukan dilakukan dengan mencari persamaan garis regresi variabel bebas x
terhadap variabel terikat y. Berdasarkan garis regresi yang telah dibuat, selanjutnya diuji
keberartian koefisien garis regresi serta linieritasnya. Uji linieritas antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y.


2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Jadi uji multikolinearitas terjadi hanya pada regresi ganda. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi tinggi diantara variabel bebas. Gejala multikolinearitas dapat dideteksi dengan melihat nilai Variance Inflasi Factor (VIF) dan tolerance pada output Coefficients. Multikolinearitas terjadi jika VIF berada di atas 10 dan nilai tolerance di atas 1 (Sukestiyarno 2008: 14).

3. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas artinya varians error tezns dalam model tidak sama (konstan) (Algifari,1997)S. sedangkan menurut Awat (1995) rnengatakan bahwa masalah Heteroskedastisitas sering timbul apabila data yang digunakan adalah data crossecsional. Draper dan Smith (1992) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan data crosssectional adalah bila datanya dapat dianggap sebagai informasi yang dikumpulkan pada satu "titik" waktu yang sama.

4. Pengujian Heteroskedastisitas
Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah suatu model itu heteroskedastisitas atau
Cara-cara itu menurut Awat (1995) adalah sebagai berikut :
(a) Dengan menggunakan metode grafik (graphical method), yakni dengan cara menyusun scatter diagram antara: e²i detigan Yi atau antara e²i, dengal Xi Apabila scaler diagram itu semakin melebar atau menyempit, maka ada kemungkinan terjadi heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas terjadi apabila error atau residual dari model yang diamati tidak memiliki varian yang konstan dari satu observasi ke observasi lainnya. Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat diagram residual terhadap variabel bebas pada output Scatterplot. Jika nilai error membentuk pola tertentu tidak bersifat acak terhadap nol maka dikatakan terjadi heteroskedasti (Sukestiyarno 2008: 14).

Model persamaan regresi linier ganda dapat dilihat pada output Coefficients. Sedangkan untuk mengetahui besarnya nilai kontribusi variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat dapat dilihat pada output Model Summary (Sukestiyarno 2008: 19).
•Heteroskedastisitas terjadi apabila error atau residual dari model yang diamati tidak memiliki varian yang konstan dari satu observasi ke observasi lainnya.
•Uji heterocedasticity dilakukan dengan melihat diagram residual terhadap variabel bebas pada output Scatterplot.
•Jika nilai error membentuk pola tertentu tidak bersifat acak terhadap nol maka dikatakan terjadi heteroskedastisitas

5. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antar error satu dengan error yang lainnya. Gejala autokorelasi dapat dideteksi dengan menggunakan uji Durbin Watson (DW) pada output Model Summary. Ketentuan jika -2 < DW < 2 berarti tidak terjadi autokorelasi (Sukestiyarno 2008: 14).